SATUAN ACARA PENYULUHAN
DECOMPENSATION CORDIS
1. Pokok
Bahasa
Sistem Kardiovaskuler
2. Judul
Penyakit Decompensation cordis
3. Sasaran
Keluarga pasien yang berada di Ruang 5 CVCU
4. Hari/tanggal
Kamis,
17 September 2015
5. Waktu
40
menit
6. Sub
Pokok bahasan
a. Pengertian Dekompensasi Kardio
b. Penyebab Dekompensasi Kardio
c. Tanda dan Gejala Dekompensasi Kardio
d. Cara perawatan dan pencegahan Dekompensasi Kardio
e. Diet untuk Dekompensasi Kardio
7. Tujuan
a. Tujuan
Umum
Setelah
dilakukan penyuluhan diharapkan keluarga
mengerti dan
memahami tentang penyakit Dekompensasi
Kardio
b. Tujuan
Khusus
Setelah diberi penyuluhan peserta diharapkan mampu:
·
Menjelaskan tentang pengertian penyakit Dekompensasi Kardio
·
Menjelaskan tentang penyebab dari penyakit Dekompensasi Kardio
·
Menjelaskan tentang Tnda dan gejala dari penyakit Dekompensasi Kardio
·
Menjelaskan tentang cara perawatan dan pencegahan dari
penyakit
Dekompensasi Kardio
·
Menjelaskan tentang diet untuk penyakit Dekompensasi Kardio
8. Metode
Ceramah.
Diskusi, praktek dan Tanya
jawab
9.
Media
Leaflet
dan power point
10. Kegiatan
Operasional
|
NO
|
waktu
|
Kegiatan
Penyuluhan
|
Kegiatan
sasaran
|
|
1
|
5 menit
|
Pembukaan
a.
Mengucakan salam dan terimakasih
atas kedatangan para peserta
b.
Memperkenalkan diri
c.
Menjelaskan tujuan
|
·
Sasaran : menjawab salam
·
Mendengarkan serta memperhatikan
|
|
2
|
20 menit
|
Ceramah
atau penyampaian materi
a. Menjelaskan
tentang pengertian penyakit Dekompensasi Kardio
b. Menjelaskan
tentang penyebab dari penyakit Dekompensasi Kardio
c. Menjelaskan
tentang tanda dan gejala dari
penyakit Dekompensasi Kardio
d. Menjelaskan
tentang cara perawatan dan pencegahan
penyakit Dekompensasi Kardio
e. Menjelaskan
tentang diet untuk penyakit Dekompensasi Kardio
|
·
Mendapatkan dan menyimak
pembicaraan
·
Audience menanyakan yang belum
dimengerti
|
|
3
|
15 menit
|
Evaluasi
a.
Tanya jawab dengan audience
tentang penyuluhan yang diberikan
b.
Menyimpulkan hasil penyuluhan
c.
Menanyakan kembli apakah keluarga sudah memahami yang disampakan
d.
Penutup
Mengucapkan terimakasih dan
meminta maaf apabila ada kesalahan
e.
Mengucapkan salam
|
·
Menanyakan yang belum jelas dan
menjawab pertanyaan dari audience
·
Audience ikut menyimpulkan
·
Audience menjawab atau merespon
pembicaraan
·
Audience memperhatikan dan
menjawab pertanyaan hasil evaluasi
·
Membalas terimakasih
·
Membalas salam
|
11. Evaluasi
a.
Evaluasi Proses
1.
100% pasien hadir
2.
Media dapat digunakan dengan baik
3.
Pendidikan kesehatan
dapat dilaksanakan sesuai waktu
4.
Pasien yang hadir
berpartisipasi aktif
5.
100% pasien dapat
mengikuti sampai selesai
6.
Di akhir kegiatan sudah
dievaluasi jalanya kegiatan
b.
Evaluasi Hasil
1.
80% peserta dapat
menyebutkan pengertian penyakit
Dekompensasi Kardio
2.
85% peserta dapat
mengetahui penyebab penyakit Dekompensasi
Kardio
3.
85% peserta dapat
mengetahui tanda dan gejala Dekompensasi
Kardio
4.
85% peserta mengetahui perawatan dan pencegahan penyakit Dekompensasi Kardio
5.
85% peserta mengetahui
factor yang diet untuk penyakit
Dekompensasi Kardio
12. Lampiran
materi
Materi
dalam penyuluhan ini adalah Cara menyusui yang benar
a. Pengertian penyakit Dekompensasi Kardio
b. Penyebab penyakit Dekompensasi Kardio
c. Tanda dan gejala penyakit Dekompensasi Kardio
d. Perawatan dan pencegahan penyakit Dekompensasi Kardio
e. Diet untuk penyakit Dekompensasi Kardio
MATERI PENYULUHAN
A.
Pengertian Dekompensasi Kardio
Dekompensasi kordis adalah suatu keadaan dimana terjadi
penurunan kemampuan fungsi kontraktilitas yang berakibat pada penurunan fungsi
pompa jantung (Tabrani, 1998; Price, 1995)
B.
Penyebab Dekompensasi Kardio
Ø Kelainan mekanis jantung, seperti peningkatan beban
tekanan (stenosis aorta, hipertensi sistemik), peningkatan beban volume,
tamponade perikardium, dan penyumbatan terhadap pengisian ventrikel.
Ø Kelainan otot jantung, primer (kardiomiopati,
miokarditis, kelainan metabolic, toksisitas alcohol dan kobalt
Ø Kelainan non dinamik, seperti kekurangan oksigen,
kelainan metabolic, inflamasi, penyakit sisitemik, penyakit paru obstruktif
menahun.
Ø Berubahnya irama jantung, seperti henti jantung,
fibrilasi, takikardi atau bradikardi yang berat.
C.
Tanda dan Gejala Dekompensasi Kardio
·
Dipsneu atau
perasaan sulit bernafas terutama saat beraktivitas
·
Dipsneu atau
perasaan sukit bernapas saat berbaring
·
Mengi
·
Batuk non produktif
terutama pada posisi berbaring
·
Pembesaran hati
·
Tidak nafsu makan
karena rasa penuh atau mual
·
Bengkak pada kaki,
telapak kaki, dan perut
·
Kecemasan dan
ketakutan
·
Stress pekerjaan
atu perawatan medis
·
Mudah marah dan
mudah tersinggung
·
Diare atau kadang
susah BAB
·
BAK menurun, BAK di
malam hari
·
Kulit pucat dan
dingin kadang terjadi kebiruan
·
Demam ringan dan
keringat berlebihan
·
Kelemahan dan
keletihan terus menerus setiap hari
·
Susah tidur,
kegelisahan atau kebingungan
·
Penurunan berat
badan
·
Nyeri dada dengan
aktivitas
·
Gelisah, perubahan
status mental
D.
Cara perawatan dan pencegahan Dekompensasi Kardio
1.
Saat di Rumah Sakit
Gagal
jantung ditangani dengan tindakan umum untuk mengurangi beban kerja jantung dan
manipulasi selektif terhadap ketiga penentu utama dari fungsi miokardium, baik
secar sendiri-sendiri maupun gabungan dari : beban awal, kontraktilitas dan
beban akhir.Penanganan biasanya dimulai ketika gejala-gejala timbul pad saat
beraktivitas biasa. Pembatasan aktivitas fisik yang ketat merupakan tindakan
awal yang sederhan namun sangat tepat dalam pennganan gagal jantung.
Tetapi harus diperhatikan jngn sampai memaksakan lrngan yng tak perlu untuk
menghindari kelemahan otot-otot rangka.
Adapun
modalitas fisioterapi yang dapat digunakan dalam penanganan pasien gagal jantung
kongestif antara lain:
- Breathing exercise. Merupakan latihan yang bertujuan untuk memberikan latihan pernafasan, pada kasus ini untuk meningkatkan volume paru selama bed rest, pemberian breathing exercise dapat memperlancar jalannya pernafasan. Latihan pernafasan ini dilakukan bila pasien mampu menerima instruksi dari fisioterapis. Latihan pernafasan ini juga dapat digunakan untuk relaksasi, mengurangi stress,dan ketegangan.
- Passive movement, adalah suatu latihan yang digunakan dengan gerakan yang dihasilkan oleh tenaga/kekuatan dari luar tanpa adanya kontraksi otot atau aktifitas otot. Semua gerakan dilakukan sampai batas nyeri atau toleransi pasien. Efek pada latihan ini adalah memperlancar sirkulasi darah, relaksasi otot, memelihara dan meningkatkan LGS, mencegah pemendekan otot, mencegah perlengketan jaringan.
- Active movement, Merupakan gerak yang dilakukan oleh otot-otot anggota tubuh itu sendiri. Gerak yang dalam mekanisme pengurangan nyeri dapat terjadi secara reflek dan disadari. Gerak yang dilakukan secara sadar dengan perlahan dan berusaha hingga mencapai lingkup gerak penuh dan diikuti relaksasi otot akan menghasilkan penurunan nyeri. Disamping itu gerak dapat menimbulkan ” pumping action” pada kondisi oedem sering menimbulkan keluhan nyeri, sehingga akan mendorong cairan oedem mengikuti aliran ke proximal.
- Latihan gerak fungsional, Latihan ini bertujuan untuk mempersiapkan aktivitas kesehariannya seperti duduk, berdiri, jalan sehingga penderita mampu secara mandiri dapat melakukan perawatan diri sendiri.
- Home program education, Dalam hal ini pasien diberi pengertian tentang kondisinya dan harus berusaha mencegah cidera ulang atau komplikasi lebih lanjut dengan cara aktifitas sesuai kondisi yang telah diajarkan oleh terapis. Disamping itu juga peran keluarga sangatlah penting untuk membantu dan mengawasi segala aktifitas pasien di lingkungan masyarakatnya. Pasien diberi pengertian juga tentang kontraindikasi dari kondisi pasien itu sendiri untuk menghindari hal-hal yang dapat memperburuk keadaannya.
2.
Saat Keluar dari Rumah Sakit
·
Pembatasan
aktivitas fisik
·
Hentikan olahraga
dan kerja yang berat
·
Hentikan kerja
purna waktu atau setara; mulai terapkan adanya fase istirahat siang
·
Terbatas pada
tempat tidur atau kursi
·
Pembatasan asupan
natrium
·
Hindari penambahan
garam berlebih pada masakan
·
Menjaga berat badan.
·
Berhenti merokok.
·
Membatasi konsumsi minuman keras.
·
Berolahraga secara teratur.
·
Menjaga kadar kolesterol dan
tekanan darah pada batas sehat.
Menghitung
heart rate ( denyut jantung)
1.
Hitung detak jantung istirahat Anda segera setelah Anda bangun tidur. Hitung heart rate selama 3
hari. Tambahkan hasil penghitungan tiga hari
kemudian dibagi tiga untuk mendapatkan RHR. Misalnya, (62 + 65 + 63) / 3 = 63. Caranya
letakkan dua jari di pergelangan tangan lurus ibu jari.
2. - Hitung maximum heart rate dan heart rate
reserve. Kurangi 220 dengan usia Anda. Misalnya,
HRmax dari seseorang berusia 40 tahun adalah 220 - 40 = 180.
-
Kurangi HRmax dengan
RHR, Contohnya, HRmaxRESERVE
= 180 - 63 = 117
3.
Hitung
batas bawah THR Anda. Contohnya,
(117 * 0.6) + 63 = 133.
4.
Hitung batas atas THR Anda. Contohnya,
(117 * 0,8) + 63 = 157.
5. Tambahkan nilai yang didapat dari langkah 3 dan 4
kemudian dibagi 2. Inilah target heart rate (THR)
Anda. Contohnya, (133 + 157) / 2 = 145
E.
Diet Dekompensasi Kardio
Tujuan
1. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan
pekerjaan jantung.
2. Menurunkan berat badan bila penderita terlalu gemuk.
3. Mencegah/menghilangkan penimbunan garam/air.
Syarat
1.
Kalori rendah,
terutama bagi penderita yang terlalu gemuk,
2.
Protein dan lemak
sedang
3.
Cukup vitamin dan
mineral
4.
Rendah garam bila
ada tekanan darah tinggi atau oedem
5.
Mudah cerna, tidak
merangsang dan tidak menimbulkan gas
6.
Porsi kecil dan
diberikan sering
Macam Diet
1.
Diit Jantung I
Diberikan kepada penderita dengan myocard infark (MCI)
akut atau congestive cardiac failure berat. Diberikan berupa 1-11/2 L cairan
sehari selama 1-2 hari pertama bila penderita dapat menerimanya. Makanan ini
sangat rendah kalori dan semua zat-zat gizi
2.
Diit Jantung II
Diberikan secara berangsur dalam bentuk lunak, setelah
fase akut MCI dapat diatasi. Menurut beratnya hypertensi atau oedema yang
menyertai penyakit, makanan diberikan sebagai Diit Jantung II Rendah Garam.
Makanan ini rendah kalori, protein dan thiamin.
3.
Diit Jantung III
Diberikan sebagai makanan perpindahan dari Diit Jantung
II atau kepada penderita penyakit jantung tidak terlalu berat. Makanan
diberikan dalam bentuk mudah cerna berbentuk lunak atau biasa. Makanan ini
rendah kalori, tetapi cukup zat-zat gizi lain. Menurut beratnya hypetensi atau
oedema yang menyertai penyakit, diberikan sebagai Diit Jantung III Rendah
Garam.
4.
Diit Jantung IV
Diberikan sebagai makanan perpindahan dari Diit Jantung
III atau penderita penyakit jantung ringan. Diberikan dalam bentuk biasa.
Menurut bertanya hipertensi atau oedema yang menyertai penyakit, makanan
diberikan sebagai Diit Jantung IV Rendah Garam. Makanan ini cukup kalori dan
zat-zat gizi.
Pembagian
Makanan Sehari
1.
Diit Jantung I
Pukul
06.00 susu 1gls
Pukul
08.00 susu 1gls
Pukul
10.00 air jeruk 1gls
Pukul
13.00 susu 1gls
Pukul
15.00 sari papaya 1gls
Pukul
18.00 susu 1gls
Pukul
20.00 teh manis 1gls
2.
Diit Jantung II
Pukul 08.00 1gls bubur
1btr telur
½ gelas sayuran
4sdm tepung
susu
1sdm gula
pasir
Pukul 10.00 1ptg sdg papaya
2sdm gula
pasir
Pukul
12.00 1gls bubur
dan
18.00 1ptg sdg daging
½ sdm margarine
1ptg pepaya
¾ gls sayuran
Pukul
16.00 1ptg sdg papaya
1sdm gula
pasir
3.
Diit Jantung III
Pukul
08.00 1gls tim
1btr telur
½ gelas sayuran
½ sdm minyak
1sdm gula
pasir
Pukul
10.00 1ptg sdg papaya
1sdm gula
pasir
Pukul
12.00 1 ½ gls tim
dan
18.00 1ptg sdg daging
2ptg sdg tempe
¾ gls sayuran
1ptg sdg papaya
½ sdm minyak
Pukul
16.00 1ptg sdg papaya
1sdm gula
pasir
4.
Diit Jantung IV
Pukul
08.00 ¾ gls nasi
1btr telur
½ gelas sayuran
½ sdm minyak
1sdm gula
pasir
Pukul 10.00 1ptg sdg papaya
1sdm gula pasir
Pukul 12.00 1
1/3 gls nasi
dan 18.00 1ptg sdg daging
2ptg sdg tempe
¾ gls sayuran
1ptg sdg papaya
1sd minyak
Pukul 16.00 1ptg
sdg papaya
1sdm gula pasir
Daftar Pustaka
Brunner & Suddart, 2002,Buku
Ajar Keperawatan Medikal Bedah,Edisi 8,Jakarta ; Penerbit buku kedokteran EGC.
Carpenito.L ,2001,Buku Saku
Diagnosa Keperawatan, Edisi 8,Jakarta,Penerbit Buku Kedokteran,EGC.
Doenges M, 2000,Rencana Asuhan
Keperawatan, Pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien,
Edisi 3 ,Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran AGC.
Jota.Santa, 1989, Diklat Kuliah
Penyakit Jantung,Devisi Kardiologi Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran
Univ.Hasanudin,Ujung Pandang.
Marry M.Cannibi,
1990,Cardiovasculer Disorders,Toronto ; Mosby year book.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar