Kamis, 10 Desember 2015

SAP Dekompensasi Kardio



SATUAN ACARA PENYULUHAN
DECOMPENSATION CORDIS
    1.      Pokok Bahasa
Sistem Kardiovaskuler
    2.      Judul
Penyakit Decompensation cordis
    3.      Sasaran
Keluarga pasien yang berada di Ruang 5 CVCU
    4.      Hari/tanggal
Kamis, 17 September 2015
    5.      Waktu
40 menit
    6.      Sub Pokok bahasan
a.       Pengertian Dekompensasi Kardio
b.      Penyebab Dekompensasi Kardio
c.       Tanda dan Gejala Dekompensasi Kardio
d.      Cara perawatan dan pencegahan Dekompensasi Kardio
e.       Diet untuk Dekompensasi Kardio
    7.      Tujuan
a.       Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan keluarga  mengerti dan memahami tentang penyakit Dekompensasi Kardio
b.      Tujuan Khusus
Setelah diberi penyuluhan peserta diharapkan mampu:
·         Menjelaskan tentang pengertian penyakit Dekompensasi Kardio
·         Menjelaskan tentang penyebab dari penyakit Dekompensasi Kardio
·         Menjelaskan tentang Tnda dan gejala dari penyakit Dekompensasi Kardio
·         Menjelaskan tentang cara perawatan dan pencegahan dari penyakit 
           Dekompensasi Kardio
·         Menjelaskan tentang diet untuk penyakit Dekompensasi Kardio
     8.      Metode
Ceramah. Diskusi, praktek  dan  Tanya  jawab
    9.      Media
Leaflet dan power point
    10.  Kegiatan Operasional
NO
waktu
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan sasaran
1
5 menit
Pembukaan
a.       Mengucakan salam dan terimakasih atas kedatangan para peserta
b.      Memperkenalkan diri
c.       Menjelaskan tujuan
·         Sasaran : menjawab salam
·         Mendengarkan serta memperhatikan
2
20 menit

Ceramah atau penyampaian materi
a.       Menjelaskan tentang pengertian penyakit Dekompensasi Kardio
b.      Menjelaskan tentang penyebab dari penyakit Dekompensasi Kardio
c.       Menjelaskan tentang tanda dan gejala dari penyakit Dekompensasi Kardio
d.      Menjelaskan tentang cara perawatan dan pencegahan penyakit Dekompensasi Kardio
e.       Menjelaskan tentang diet untuk penyakit Dekompensasi Kardio
·         Mendapatkan dan menyimak pembicaraan
·         Audience menanyakan yang belum dimengerti
3
15 menit
Evaluasi
a.       Tanya jawab dengan audience tentang penyuluhan yang diberikan
b.      Menyimpulkan hasil penyuluhan
c.       Menanyakan kembli apakah keluarga sudah memahami yang disampakan
d.      Penutup
Mengucapkan terimakasih dan meminta maaf apabila ada kesalahan
e.       Mengucapkan salam
·         Menanyakan yang belum jelas dan menjawab pertanyaan dari audience
·         Audience ikut menyimpulkan
·         Audience menjawab atau merespon pembicaraan
·         Audience memperhatikan dan menjawab pertanyaan hasil evaluasi
·         Membalas terimakasih
·         Membalas salam

11.  Evaluasi
a. Evaluasi Proses
1.      100% pasien hadir
2.       Media dapat digunakan dengan baik
3.      Pendidikan kesehatan dapat dilaksanakan sesuai waktu
4.      Pasien yang hadir berpartisipasi aktif
5.      100%  pasien dapat mengikuti sampai selesai
6.      Di akhir kegiatan sudah dievaluasi jalanya kegiatan
b.      Evaluasi Hasil
1.      80%  peserta dapat menyebutkan pengertian penyakit Dekompensasi Kardio
2.      85% peserta dapat mengetahui penyebab penyakit Dekompensasi Kardio
3.      85%  peserta dapat mengetahui tanda dan gejala Dekompensasi Kardio
4.      85% peserta mengetahui perawatan dan pencegahan penyakit Dekompensasi Kardio
5.      85% peserta mengetahui factor yang diet untuk penyakit Dekompensasi Kardio
12.  Lampiran materi
Materi dalam penyuluhan ini adalah Cara menyusui yang benar
a.       Pengertian penyakit Dekompensasi Kardio
b.      Penyebab penyakit Dekompensasi Kardio
c.       Tanda dan gejala penyakit Dekompensasi Kardio
d.      Perawatan dan pencegahan penyakit Dekompensasi Kardio
e.       Diet untuk penyakit Dekompensasi Kardio
MATERI PENYULUHAN
   A.    Pengertian Dekompensasi Kardio
Dekompensasi kordis adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan kemampuan fungsi kontraktilitas yang berakibat pada penurunan fungsi pompa jantung (Tabrani, 1998; Price, 1995)
   B.     Penyebab Dekompensasi Kardio
Ø  Kelainan mekanis jantung, seperti peningkatan beban tekanan (stenosis aorta, hipertensi sistemik), peningkatan beban volume, tamponade perikardium, dan penyumbatan terhadap pengisian ventrikel.
Ø  Kelainan otot jantung, primer (kardiomiopati, miokarditis, kelainan metabolic, toksisitas alcohol dan kobalt
Ø  Kelainan non dinamik, seperti kekurangan oksigen, kelainan metabolic, inflamasi, penyakit sisitemik, penyakit paru obstruktif menahun.
Ø  Berubahnya irama jantung, seperti henti jantung, fibrilasi, takikardi atau bradikardi yang berat.
   C.    Tanda dan Gejala Dekompensasi Kardio
·         Dipsneu atau perasaan sulit bernafas terutama saat beraktivitas
·         Dipsneu atau perasaan sukit bernapas saat berbaring
·         Mengi
·         Batuk non produktif terutama pada posisi berbaring
·         Pembesaran hati
·         Tidak nafsu makan karena rasa penuh atau mual 
·         Bengkak pada kaki, telapak kaki, dan perut
·         Kecemasan dan ketakutan
·         Stress pekerjaan atu perawatan medis
·         Mudah marah dan mudah tersinggung
·         Diare atau kadang susah BAB
·         BAK menurun, BAK di malam hari
·         Kulit pucat dan dingin kadang terjadi kebiruan
·         Demam ringan dan keringat berlebihan
·         Kelemahan dan keletihan terus menerus setiap hari
·         Susah tidur, kegelisahan atau kebingungan
·         Penurunan berat badan
·         Nyeri dada dengan aktivitas
·         Gelisah, perubahan status mental

   D.    Cara perawatan dan pencegahan Dekompensasi Kardio
1.      Saat di Rumah Sakit
Gagal jantung ditangani dengan tindakan umum untuk mengurangi beban kerja jantung dan manipulasi selektif terhadap ketiga penentu utama dari fungsi miokardium, baik secar sendiri-sendiri maupun gabungan dari : beban awal, kontraktilitas dan beban akhir.Penanganan biasanya dimulai ketika gejala-gejala timbul pad saat beraktivitas biasa. Pembatasan aktivitas fisik yang ketat merupakan tindakan awal yang sederhan namun sangat tepat dalam  pennganan gagal jantung. Tetapi harus diperhatikan jngn sampai memaksakan lrngan yng tak perlu untuk menghindari kelemahan otot-otot rangka.
Adapun modalitas fisioterapi yang dapat digunakan dalam penanganan pasien gagal jantung kongestif antara lain:
    1. Breathing exercise. Merupakan latihan yang bertujuan untuk memberikan latihan pernafasan, pada kasus ini untuk meningkatkan volume paru selama bed rest, pemberian breathing exercise dapat memperlancar jalannya pernafasan. Latihan pernafasan ini dilakukan bila pasien mampu menerima instruksi dari fisioterapis. Latihan pernafasan ini juga dapat digunakan untuk relaksasi, mengurangi stress,dan  ketegangan.
    2. Passive movement, adalah suatu latihan yang digunakan dengan gerakan yang dihasilkan oleh tenaga/kekuatan dari luar tanpa adanya kontraksi otot atau aktifitas otot. Semua gerakan dilakukan sampai batas nyeri atau toleransi pasien. Efek pada latihan ini adalah memperlancar sirkulasi darah, relaksasi otot, memelihara dan meningkatkan LGS, mencegah pemendekan otot, mencegah perlengketan jaringan.
    3. Active movement, Merupakan gerak yang dilakukan oleh otot-otot anggota tubuh itu sendiri. Gerak yang dalam mekanisme pengurangan nyeri dapat terjadi secara reflek dan disadari. Gerak yang dilakukan secara sadar dengan perlahan dan berusaha hingga mencapai lingkup gerak penuh dan diikuti relaksasi otot akan menghasilkan penurunan nyeri. Disamping itu gerak dapat menimbulkan ” pumping action” pada kondisi oedem sering menimbulkan keluhan nyeri, sehingga akan mendorong cairan oedem mengikuti aliran ke proximal.
    4. Latihan gerak fungsional, Latihan ini bertujuan untuk mempersiapkan aktivitas kesehariannya seperti duduk, berdiri, jalan sehingga penderita mampu secara mandiri dapat melakukan perawatan diri sendiri. 
    5. Home program education, Dalam hal ini pasien diberi pengertian tentang kondisinya dan harus berusaha mencegah cidera ulang atau komplikasi lebih lanjut dengan cara aktifitas sesuai kondisi yang telah diajarkan oleh terapis. Disamping itu juga peran keluarga sangatlah penting untuk membantu dan mengawasi segala aktifitas pasien di lingkungan masyarakatnya. Pasien diberi pengertian juga tentang kontraindikasi dari kondisi pasien itu sendiri untuk menghindari hal-hal yang dapat memperburuk keadaannya.
2.      Saat Keluar dari Rumah Sakit
·         Pembatasan aktivitas fisik
·         Hentikan olahraga dan kerja yang berat
·         Hentikan kerja purna waktu atau setara; mulai terapkan adanya fase istirahat siang
·         Terbatas pada tempat tidur atau kursi
·         Pembatasan asupan natrium
·         Hindari penambahan garam berlebih pada masakan
·         Menjaga berat badan.
·         Berhenti merokok.
·         Membatasi konsumsi minuman keras.
·         Berolahraga secara teratur.
·         Menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah pada batas sehat.
Menghitung heart rate ( denyut jantung)
1.      Hitung detak jantung istirahat Anda segera setelah Anda bangun tidur. Hitung heart rate selama 3 hari. Tambahkan hasil penghitungan tiga hari kemudian dibagi tiga untuk mendapatkan RHR. Misalnya, (62 + 65 + 63) / 3 = 63. Caranya letakkan dua jari di pergelangan tangan lurus ibu jari.
2.      - Hitung maximum heart rate dan heart rate reserve. Kurangi 220 dengan usia Anda. Misalnya, HRmax dari seseorang berusia 40 tahun adalah 220 - 40 = 180.
-          Kurangi HRmax dengan RHR, Contohnya, HRmaxRESERVE = 180 - 63 = 117
3.      Hitung batas bawah THR Anda. Contohnya, (117 * 0.6) + 63 = 133.
4.      Hitung batas atas THR Anda. Contohnya, (117 * 0,8) + 63 = 157.
5.      Tambahkan nilai yang didapat dari langkah 3 dan 4 kemudian dibagi 2. Inilah target heart rate (THR) Anda. Contohnya, (133 + 157) / 2 = 145
   E.     Diet Dekompensasi Kardio
Tujuan
1. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan pekerjaan jantung.
2. Menurunkan berat badan bila penderita terlalu gemuk.
3. Mencegah/menghilangkan penimbunan garam/air.
Syarat
1.      Kalori rendah, terutama bagi penderita yang terlalu gemuk,
2.      Protein dan lemak sedang
3.      Cukup vitamin dan mineral
4.      Rendah garam bila ada tekanan darah tinggi atau oedem
5.      Mudah cerna, tidak merangsang dan tidak menimbulkan gas
6.      Porsi kecil dan diberikan sering

Macam Diet
1.      Diit Jantung I
Diberikan kepada penderita dengan myocard infark (MCI) akut atau congestive cardiac failure berat. Diberikan berupa 1-11/2 L cairan sehari selama 1-2 hari pertama bila penderita dapat menerimanya. Makanan ini sangat rendah kalori dan semua zat-zat gizi
2.      Diit Jantung II
Diberikan secara berangsur dalam bentuk lunak, setelah fase akut MCI dapat diatasi. Menurut beratnya hypertensi atau oedema yang menyertai penyakit, makanan diberikan sebagai Diit Jantung II Rendah Garam. Makanan ini rendah kalori, protein dan thiamin. 
3.      Diit Jantung III
Diberikan sebagai makanan perpindahan dari Diit Jantung II atau kepada penderita penyakit jantung tidak terlalu berat. Makanan diberikan dalam bentuk mudah cerna berbentuk lunak atau biasa. Makanan ini rendah kalori, tetapi cukup zat-zat gizi lain. Menurut beratnya hypetensi atau oedema yang menyertai penyakit, diberikan sebagai Diit Jantung III Rendah Garam. 
4.      Diit Jantung IV
Diberikan sebagai makanan perpindahan dari Diit Jantung III atau penderita penyakit jantung ringan. Diberikan dalam bentuk biasa. Menurut bertanya hipertensi atau oedema yang menyertai penyakit, makanan diberikan sebagai Diit Jantung IV Rendah Garam. Makanan ini cukup kalori dan zat-zat gizi.

Pembagian Makanan Sehari 
1.      Diit Jantung I
Pukul 06.00           susu                 1gls
Pukul 08.00           susu                 1gls
Pukul 10.00           air jeruk           1gls
Pukul 13.00           susu                 1gls
Pukul 15.00           sari papaya      1gls
Pukul 18.00           susu                 1gls
Pukul 20.00           teh manis         1gls 
2.      Diit Jantung II
Pukul 08.00           1gls                  bubur
1btr                  telur
½ gelas            sayuran
4sdm               tepung susu
1sdm               gula
pasir Pukul 10.00 1ptg sdg           papaya   
2sdm               gula pasir
Pukul 12.00           1gls                  bubur
dan 18.00              1ptg sdg          daging
 ½ sdm                        margarine  
 1ptg                pepaya
 ¾ gls               sayuran
Pukul 16.00           1ptg sdg          papaya   
1sdm               gula pasir    
3.      Diit Jantung III
Pukul 08.00           1gls                  tim
1btr                  telur   
½ gelas            sayuran  
 ½ sdm                        minyak
1sdm               gula pasir
Pukul 10.00           1ptg sdg          papaya
1sdm               gula pasir
Pukul 12.00           1 ½ gls             tim
dan 18.00              1ptg sdg          daging   
2ptg sdg          tempe
¾ gls                sayuran
1ptg sdg          papaya
½ sdm             minyak
Pukul 16.00           1ptg sdg          papaya
1sdm               gula pasir

4.      Diit Jantung IV
Pukul 08.00           ¾ gls                nasi
1btr                  telur
½ gelas            sayuran
½ sdm                         minyak           
1sdm               gula pasir
Pukul 10.00          1ptg                 sdg papaya
1sdm               gula pasir
Pukul 12.00          1 1/3                gls nasi
dan 18.00             1ptg                 sdg daging
2ptg sdg          tempe
¾ gls                sayuran
1ptg sdg          papaya
1sd                  minyak
Pukul 16.00          1ptg sdg          papaya
1sdm               gula pasir





























Daftar Pustaka
Brunner & Suddart, 2002,Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah,Edisi 8,Jakarta ; Penerbit buku kedokteran EGC.

Carpenito.L ,2001,Buku Saku Diagnosa Keperawatan, Edisi 8,Jakarta,Penerbit Buku Kedokteran,EGC.
Doenges M, 2000,Rencana Asuhan Keperawatan, Pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien, Edisi 3 ,Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran AGC.
Jota.Santa, 1989, Diklat Kuliah Penyakit Jantung,Devisi Kardiologi Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Univ.Hasanudin,Ujung Pandang.
Marry M.Cannibi, 1990,Cardiovasculer Disorders,Toronto ; Mosby year book.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar