Semakin Bertambah Umur, Kualitas Tidur menurun???????
Usia merupakan salah satu faktor penentu
lamanya tidur yang dibutuhkan seseorang. Semakin tua usia, maka semakin sedikit
pula lama tidur yang dibutuhkan. Pada lansia pola tidur sekitar 6 jam sehari,
20-25% tidur REM, tidur tahap IV nyata berkurang kadang-kadang tidak ada.
(Asmadi, 2008). Dalam Meridean, et all, 2011, menyatakan bahwa distribusi tidur
REM selama malam hari berubah seiring dengan bertambahnya usia. Fase REM
pertama terjadi lebih awal selama waktu tidur lansia. Lama fase REM memiliki
waktu yang sama lamanya selama tidur, dariapada peningkatan durasi tidur, sama
seperti yang terlihat normal pada individu dewasa muda. Perubahan tidur REM ini
dan pengurangan tahap 3 dan 4 NREM mengganggu efisiensi tidur lansia (Meridean,
et all, 2011 : 529-530).
Beberapa lansia mengatakan keadaan tidak bisa tidur
pada siang hari atau peningkatan tidur pada siang hari. Sedikit peningkatan
kebutuhan tidur telah tercatat pada populasi lansia, terutama pada mereka yang
berusia diatas 80 tahun. Lansia cenderung tidur dan terbangun lebih awal. Pola
ini disebabkan oleh perubahan pola perilaku, seperti pengalaman harian
menjalani jadwal yang sedikit padat. Adapun faktor lain yang menyebabkan
perubahan tidur pada lansia seperti : kurang beraktivitas, kecemasan, depresi,
kesepian, pensiuunan, takut akan meninggal saat tidur, dan kurang terpapar
dengan cahaya matahari (Meridean, et all, 2011 : 530).
Kualitas tidur dapat dianalisis melalui pemeriksaan
elektroensofalogram EEG, gerakan mata dan gerakan otot. Pada Tahap terjaga, EEG
menunjukan voltase rendah, dengan gelombang acak dan cepat. Ada beberapa tipe
gelombang dalam EEG yaitu gelombang alfa, betha, teta dan delta (Stanley &
Bare, 2006 : 449).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar