Minggu, 27 Desember 2015

Perubahan Tidur Pada Lansia



Semakin Bertambah Umur, Kualitas Tidur menurun???????  

 Usia merupakan salah satu faktor penentu lamanya tidur yang dibutuhkan seseorang. Semakin tua usia, maka semakin sedikit pula lama tidur yang dibutuhkan. Pada lansia pola tidur sekitar 6 jam sehari, 20-25% tidur REM, tidur tahap IV nyata berkurang kadang-kadang tidak ada. (Asmadi, 2008). Dalam Meridean, et all, 2011, menyatakan bahwa distribusi tidur REM selama malam hari berubah seiring dengan bertambahnya usia. Fase REM pertama terjadi lebih awal selama waktu tidur lansia. Lama fase REM memiliki waktu yang sama lamanya selama tidur, dariapada peningkatan durasi tidur, sama seperti yang terlihat normal pada individu dewasa muda. Perubahan tidur REM ini dan pengurangan tahap 3 dan 4 NREM mengganggu efisiensi tidur lansia (Meridean, et all, 2011 : 529-530).
Beberapa lansia mengatakan keadaan tidak bisa tidur pada siang hari atau peningkatan tidur pada siang hari. Sedikit peningkatan kebutuhan tidur telah tercatat pada populasi lansia, terutama pada mereka yang berusia diatas 80 tahun. Lansia cenderung tidur dan terbangun lebih awal. Pola ini disebabkan oleh perubahan pola perilaku, seperti pengalaman harian menjalani jadwal yang sedikit padat. Adapun faktor lain yang menyebabkan perubahan tidur pada lansia seperti : kurang beraktivitas, kecemasan, depresi, kesepian, pensiuunan, takut akan meninggal saat tidur, dan kurang terpapar dengan cahaya matahari (Meridean, et all, 2011 : 530).
Kualitas tidur dapat dianalisis melalui pemeriksaan elektroensofalogram EEG, gerakan mata dan gerakan otot. Pada Tahap terjaga, EEG menunjukan voltase rendah, dengan gelombang acak dan cepat. Ada beberapa tipe gelombang dalam EEG yaitu gelombang alfa, betha, teta dan delta (Stanley & Bare, 2006 : 449).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar