Minggu, 27 Desember 2015

Penatalaksanaan Gangguan Tidur Pada Lansia




 APA YANG HARUS DILAKUKAN AGAR LANSIA BISA MEMEPRTAHANKAN KUALITAS TIDURNYA??
1.      Pencegahan Primer
Sebelas peraturan untuk mendapatkan higiene tidur yang baik telah berhasil diidentifikasi untuk pencegahan primer gangguan tidur, yaitu:
a.       Tidur sperlunya, tetapi tidak berlebihan agar merasa segar dan sehat dihari berikutnya. Pembatasan waktu tidur dapat memperkuat tidur, berlebihnya waktu yang dhabiskan ditempat tidur tampaknya berkaitan dengan tidur yang terputus-putus dan dangkal.
b.      Waktu bangun yang teratur dipagi hari memperkuat siklus sirkadian dan menyebabkan awitan tidur yang teratur.
c.       Jumlah latihan yang stabil setiap harinya dapat memeprdalam tidur, namun latihan yang hanya dilakukan kadang-kadang tidak dapat memeperbaiki tidur pada malam hari berikutnya.
d.      Bunyi bising yang bersifat kadang-kadang dapat mengganggu tidur sekalipun orang tersebut tidak terbangunoleh bunyinya dan tidak dapat mengingatnya dipagi hari.
e.       Meskipun ruangan yang terlalu hangat dapat mengganggu tidur, namun tidak ada bukti yang menunjukkan kamar yang terlalu dingin dapat membantu tidur.
f.       Rasa lapar yang mengganggu tidur, kudapan ringan dapat membantu tidur.
g.      Pil tidur yang hanya kadang-kadang saja digunakan dapat bersifat menguntungkan, namun penggunaannya yang kronis tidak efektif pada kebanyakan penderita insomnia.
h.      Kafein dimalam hari dapat menggangg tidur, meskipun ada orang-orang yang tidak berfikir demikian.
i.        Alkohol dapat membantu orang-orang yang tegang untuk tertidur lebih mudah, tetapi tidur tersebut kemudian akan terputus-putus.
j.        Orang-orang yang merasa frustasi dan marah karena tidak dapat tidur, tidak boleh berusaha terlalu keras untuk tertidur tetapi harus menyalakan lampu dan melakukan hal—hal lain yang berbeda.
k.      Penggunaan tembakau yang kronis dapat menganggu tidur.
              Tindakan pencegahan primer lainnya antara lain, yaitu :
a.       Kasur yang baik memungkinkan kesejajaran tubuh yang tepat
b.      Suhu kamar harus tetap dingin sehingga cukup nyaman
c.       Asupan kalori harus minimal pada saat menjelang tidur
d.      Latihan sedang di siang hari atau sore hari merupakan hal yang dianjurkan (Stanley & Beare, 2006 : 451-452).
2.      Pencegahan Sekunder
Catatan harian tentang tidur merupakan cara pengkajian yang sangat bagus bagi lansia adirumahnya sendiri. Informasi ini memberikan catatan yang kurang akurat tentang masalah tidur. Untuk memeberikan gambaran sejati tentang gangguan tidur yang dialami lansia, catatan harian tersebut harus dibuat selama 3 sampai 4 minggu. Catatn tersebut mencakup faktor-faktor berikut ini :
a.       Seberapa sering bantuan diperlukan untuk memberikan obat nyeri, tidak dapat tidur atau menggunakan kamar mandi
b.      Kapan orang tersebut turun dari tempat tidur
c.       Berapa kali orang tersebut terbangun atau tertidur pada saat diobservasi
d.      Terjadinya konfusi atau disorientasi
e.       Penggunaan obat tidur
f.       Perkiraan orang tersebut bangun dipagi hari (Stanley & Beare, 2006 : 452).
3.      Penatalaksanaan Terapeutik
a.       Pergi tidur hanya jika mengantuk
b.      Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur, jangan membaca, menonton televisi, atau makan di tempat tidur
c.       Jika tdak dapat tidur, bangundan pindah ke ruangan lain. Bangun sampai anda benar-benar mengantuk dan kemudian baru kembali ke tempat tidur. Jika tidur masih tidak bisa dialkukan dengan mudah, bangun lagi dari tempat tidur. Jika tidur masih tidak dapat dilakukan dengan mudah, bangun lagi dari tempat tidur
d.      Siapkan alarm dan bangu tepat waktu yang sama setiap pagi tanpa memperdulikan berapa banyak anda tidur di malam hari. Hal ini membantu tubuh menetapkan irama tidur bangun yang konstan
e.       Jangan tidur disiang hari. (Stanley & Beare, 2006 : 453).
4.      Pencegahan Tersier
Jika terdapat gangguan tidur seperti apnea tidur yang mengancam kehidupan, kondisi pasien memerlukan rehabilitasi melalui tindakan-tindakan seperti pengangkatan jaringan yang menyumbat dimulut dan mempengaruhi jalan nafas. Saat ini sudah banyak pusat-pusat gangguan tidur yang tersedia di seluruh negara untuk membantu mengevaluasi gangguan tidur (Stanley & Beare, 2006 : 454).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar