
APA YANG HARUS DILAKUKAN AGAR LANSIA BISA MEMEPRTAHANKAN KUALITAS TIDURNYA??
1.
Pencegahan Primer
Sebelas
peraturan untuk mendapatkan higiene tidur yang baik telah berhasil
diidentifikasi untuk pencegahan primer gangguan tidur, yaitu:
a.
Tidur sperlunya, tetapi tidak berlebihan
agar merasa segar dan sehat dihari berikutnya. Pembatasan waktu tidur dapat
memperkuat tidur, berlebihnya waktu yang dhabiskan ditempat tidur tampaknya
berkaitan dengan tidur yang terputus-putus dan dangkal.
b.
Waktu bangun yang teratur dipagi hari
memperkuat siklus sirkadian dan menyebabkan awitan tidur yang teratur.
c.
Jumlah latihan yang stabil setiap
harinya dapat memeprdalam tidur, namun latihan yang hanya dilakukan
kadang-kadang tidak dapat memeperbaiki tidur pada malam hari berikutnya.
d.
Bunyi bising yang bersifat kadang-kadang
dapat mengganggu tidur sekalipun orang tersebut tidak terbangunoleh bunyinya
dan tidak dapat mengingatnya dipagi hari.
e.
Meskipun ruangan yang terlalu hangat
dapat mengganggu tidur, namun tidak ada bukti yang menunjukkan kamar yang
terlalu dingin dapat membantu tidur.
f.
Rasa lapar yang mengganggu tidur,
kudapan ringan dapat membantu tidur.
g.
Pil tidur yang hanya kadang-kadang saja
digunakan dapat bersifat menguntungkan, namun penggunaannya yang kronis tidak
efektif pada kebanyakan penderita insomnia.
h.
Kafein dimalam hari dapat menggangg
tidur, meskipun ada orang-orang yang tidak berfikir demikian.
i.
Alkohol dapat membantu orang-orang yang
tegang untuk tertidur lebih mudah, tetapi tidur tersebut kemudian akan
terputus-putus.
j.
Orang-orang yang merasa frustasi dan
marah karena tidak dapat tidur, tidak boleh berusaha terlalu keras untuk
tertidur tetapi harus menyalakan lampu dan melakukan hal—hal lain yang berbeda.
k.
Penggunaan tembakau yang kronis dapat
menganggu tidur.
Tindakan pencegahan primer lainnya antara lain, yaitu :
a.
Kasur yang baik memungkinkan kesejajaran
tubuh yang tepat
b.
Suhu kamar harus tetap dingin sehingga
cukup nyaman
c.
Asupan kalori harus minimal pada saat
menjelang tidur
d.
Latihan sedang di siang hari atau sore
hari merupakan hal yang dianjurkan (Stanley & Beare, 2006 : 451-452).
2.
Pencegahan Sekunder
Catatan harian
tentang tidur merupakan cara pengkajian yang sangat bagus bagi lansia
adirumahnya sendiri. Informasi ini memberikan catatan yang kurang akurat
tentang masalah tidur. Untuk memeberikan gambaran sejati tentang gangguan tidur
yang dialami lansia, catatan harian tersebut harus dibuat selama 3 sampai 4
minggu. Catatn tersebut mencakup faktor-faktor berikut ini :
a.
Seberapa sering bantuan diperlukan untuk
memberikan obat nyeri, tidak dapat tidur atau menggunakan kamar mandi
b.
Kapan orang tersebut turun dari tempat
tidur
c.
Berapa kali orang tersebut terbangun
atau tertidur pada saat diobservasi
d.
Terjadinya konfusi atau disorientasi
e.
Penggunaan obat tidur
f.
Perkiraan orang tersebut bangun dipagi
hari (Stanley & Beare, 2006 : 452).
3.
Penatalaksanaan Terapeutik
a.
Pergi tidur hanya jika mengantuk
b.
Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur,
jangan membaca, menonton televisi, atau makan di tempat tidur
c.
Jika tdak dapat tidur, bangundan pindah
ke ruangan lain. Bangun sampai anda benar-benar mengantuk dan kemudian baru
kembali ke tempat tidur. Jika tidur masih tidak bisa dialkukan dengan mudah,
bangun lagi dari tempat tidur. Jika tidur masih tidak dapat dilakukan dengan
mudah, bangun lagi dari tempat tidur
d.
Siapkan alarm dan bangu tepat waktu yang
sama setiap pagi tanpa memperdulikan berapa banyak anda tidur di malam hari.
Hal ini membantu tubuh menetapkan irama tidur bangun yang konstan
e.
Jangan tidur disiang hari. (Stanley
& Beare, 2006 : 453).
4.
Pencegahan Tersier
Jika terdapat
gangguan tidur seperti apnea tidur yang mengancam kehidupan, kondisi pasien
memerlukan rehabilitasi melalui tindakan-tindakan seperti pengangkatan jaringan
yang menyumbat dimulut dan mempengaruhi jalan nafas. Saat ini sudah banyak
pusat-pusat gangguan tidur yang tersedia di seluruh negara untuk membantu
mengevaluasi gangguan tidur (Stanley & Beare, 2006 : 454).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar