Madu mengandung air, glukosa, fruktosa, sukrosa,
asam amino, asam lemak yang membanti proses penyerapan vitamin dalam usus, dan
beberapa zat mineral seperti kalsium, fosfor, potassium, sodium, zat besi,
mangan dan tembaga. Madu juga mengandung banyak vitamin, misalnya vitamin C dan
konsentrat vitamin B. Zat-zat vitamin ini sangat penting untuk membantu tubuh
dalam proses produksi protein, hormon, dan pembentukan selaput bagian dalam
dari sel darah serta untuk melindungi diri kita dari berbagai jenis penyakit,
seperti yang terkansung didalam vitamin B1 dan B2. Secara umum madu
berkhasiat untuk menghasilkan energi, meningkatkan daya tahan tubuh dan
meningkatkan stamina.selain itu madu juga bisa mengobati insomnia.
Jenis madu yang dapat memperbaiki kualitas tidur diantaranya adalah madu
apel, madu akasia, madu hutan, madu jambu air, madu kaliandra dan madu kopi ( Suranto,
2008:39-48).
Madu merupakan jenis bahan makanan yang dapat membantu tidur menjadi nyenyak
dan rileks ( Khomsan, 2009 : 321). Hal
ini terjadi akibat asama amino triptofan yang terkandung didalamnya. Asam amino
triptofan merupakan asam amino esensial yakni asama amino yang tidak dapat
dihasilkan oleh tubuh (Almatsier, 2009)
Tabel 2.2 Jenis Makanan yang secara lami mengandung triptofan
Jenis Makanan
|
Protein (
gram/100g makanan)
|
Triptofan
(gram/100g makanan
|
Triptofan : Protein (%)
|
Daging ayam
|
20,85
|
0,24
|
1,14
|
Daging sapi
|
20,13
|
0,23
|
1,12
|
Telur ayam
|
12,58
|
0,27
|
1,33
|
Susu murni
(cair)
|
3,22
|
0,08
|
2,34
|
Beras putih
|
7,13
|
0,08
|
1,16
|
Pisang
|
1,03
|
0,01
|
0,87
|
Madu
|
0,3
|
0,004
|
1,33
|
Sumber : www. Wikipedia.org
Didalam tubuh, madu dimetabolisir seperti halnya gula sehingga
menyebabkan kadar serotonin ( suatu senyawa yang dapat meredakan aktivitas
otak) meninggi. Jika kadar serotonin dalam otak meninggi yang menginduksi pada
relaksasi dan keinginan untuk tidur ( Sarwono, 2001 : 68 ). Serotonin diubah
menjadi hormon melatonin oleh kelenjar pineal pada malam hari ( dalam keadaan
gelap). Hormon melatonin ini memiliki peranan penting dalam memelihara kualitas
tidur kita ( Paudi, 2014).
Asam amino
triptofan berfungsi sebagai perkusor vitamin niasin dan pengantar syaraf
serotonin yang berperan dalam membawa pesan dari sel saraf yang satu ke yang
lain (Almatsier, 2009 : 96). Pada tahun 1961, Goldsmith melaporkan 60 mg
triptofan berasal dari makanan mempunyai pengaruh metabolik yang sama dengan 1
mg niasin (Almatsier, 2009 : 198). Vitamin niasin merupakan komponen kunci pada
banyak lintasan metabolik yang mengenai metabolisme karbohidrat, lipid serta
asam amino (Almatsier, 2009 : 199).
Selain peran asam amino
triptofan yang terkandung dalam madu, jumlah karbohidrat yang cukup tinggi
dalam madu yaitu 82,4 gram / 100 gram juga dapat meningkatkan kadar triptofan
dalam darah. Menurut penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of
Sydney, Australia, glisemik yang terdapat pada makanan berkabohidrat tinggi
bisa membuat tidur lebih baik.penelitian membandingkan seseorang yang
mengonsumsi makanan glisemik tinggi 90 menit sebelum waktu tidur, dan orang
yang mengonsumsi makanan rendah glisemik. Hasilnya, makanan yang mengandung
glisemik tinggi dapat meningkatkan konsentrasi trypthopan amino acid (penghasil
serotonin) didalam otak (Camaru, 2011 : 130).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar