Minggu, 27 Desember 2015

Honey and Insomnia




 

MADU SEBAGAI OBAT INSOMNIA? BAGAIMANA BISA??
Madu mengandung air, glukosa, fruktosa, sukrosa, asam amino, asam lemak yang membanti proses penyerapan vitamin dalam usus, dan beberapa zat mineral seperti kalsium, fosfor, potassium, sodium, zat besi, mangan dan tembaga. Madu juga mengandung banyak vitamin, misalnya vitamin C dan konsentrat vitamin B. Zat-zat vitamin ini sangat penting untuk membantu tubuh dalam proses produksi protein, hormon, dan pembentukan selaput bagian dalam dari sel darah serta untuk melindungi diri kita dari berbagai jenis penyakit, seperti yang terkansung didalam vitamin B1 dan B2. Secara umum madu berkhasiat untuk menghasilkan energi, meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan stamina.selain itu madu juga bisa mengobati insomnia.

Jenis madu yang dapat memperbaiki kualitas tidur diantaranya adalah madu apel, madu akasia, madu hutan, madu jambu air, madu kaliandra dan madu kopi ( Suranto, 2008:39-48).
Madu merupakan jenis bahan makanan yang dapat membantu tidur menjadi nyenyak dan rileks ( Khomsan, 2009 : 321).  Hal ini terjadi akibat asama amino triptofan yang terkandung didalamnya. Asam amino triptofan merupakan asam amino esensial yakni asama amino yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh (Almatsier, 2009)
Tabel 2.2 Jenis Makanan yang secara lami mengandung triptofan
Jenis Makanan
Protein ( gram/100g makanan)
Triptofan (gram/100g makanan
Triptofan : Protein (%)
Daging ayam
20,85
0,24
1,14
Daging sapi
20,13
0,23
1,12
Telur ayam
12,58
0,27
1,33
Susu murni (cair)
3,22
0,08
2,34
Beras putih
7,13
0,08
1,16
Pisang
1,03
0,01
0,87
Madu
0,3
0,004
1,33
Sumber : www. Wikipedia.org
Didalam tubuh, madu dimetabolisir seperti halnya gula sehingga menyebabkan kadar serotonin ( suatu senyawa yang dapat meredakan aktivitas otak) meninggi. Jika kadar serotonin dalam otak meninggi yang menginduksi pada relaksasi dan keinginan untuk tidur ( Sarwono, 2001 : 68 ). Serotonin diubah menjadi hormon melatonin oleh kelenjar pineal pada malam hari ( dalam keadaan gelap). Hormon melatonin ini memiliki peranan penting dalam memelihara kualitas tidur kita ( Paudi, 2014).
Asam amino triptofan berfungsi sebagai perkusor vitamin niasin dan pengantar syaraf serotonin yang berperan dalam membawa pesan dari sel saraf yang satu ke yang lain (Almatsier, 2009 : 96). Pada tahun 1961, Goldsmith melaporkan 60 mg triptofan berasal dari makanan mempunyai pengaruh metabolik yang sama dengan 1 mg niasin (Almatsier, 2009 : 198). Vitamin niasin merupakan komponen kunci pada banyak lintasan metabolik yang mengenai metabolisme karbohidrat, lipid serta asam amino (Almatsier, 2009 : 199).
Selain peran asam amino triptofan yang terkandung dalam madu, jumlah karbohidrat yang cukup tinggi dalam madu yaitu 82,4 gram / 100 gram juga dapat meningkatkan kadar triptofan dalam darah. Menurut penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Sydney, Australia, glisemik yang terdapat pada makanan berkabohidrat tinggi bisa membuat tidur lebih baik.penelitian membandingkan seseorang yang mengonsumsi makanan glisemik tinggi 90 menit sebelum waktu tidur, dan orang yang mengonsumsi makanan rendah glisemik. Hasilnya, makanan yang mengandung glisemik tinggi dapat meningkatkan konsentrasi trypthopan amino acid (penghasil serotonin) didalam otak (Camaru, 2011 : 130).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar