Sabtu, 07 November 2015

Pencegahan Hipotermi Pada Bayi



Hipotermi
Hipotermi adalah suhu tubuh dibawah kisaran normal (<36,5) pada pengukuran suhu di aksila ( ketiak).  Hipotermi merupakan suatu tanda bahaya karena dapat menyebabkan terjadinya perubahan metabolisme tubuh yang bisa berakhir dengan kegagalan fungsi jantung paru dan kematian.
            Suhu tubuh rendah (hipotermi) dapat disebabkan karena terpapar dengan lingkungan yang dingin ( suhu lingkungan rendah, permukaan yang dingin atau basah). Hipotermi dapat terjadi sangat cepat pada bayi sangat kecil atau bayi yang di resusitasi atau dipisahkan dari ibu. Dalam kasus-kasus ini suhu dapat cepat turun < 35C .
            hipotermi dapat disebabkan oleh beberapa keadaan seperti :
1. Keadaan yang menimbulkan kehilangan panas yang berlebihan, seperti lingkungan dingin, basah atau bayi yang telanjang, Dan beberapa keadaan seperti mandi, pengambilan sampel darah, pemberian infus serta pembedahan. Juga peningkatan aliran udara dan penguapan.
2. Kurangnya metabolisme untuk menghasilkan panas misalnya bayi kecil masa kelahiran, kerusakan SSP.
3. Ketidaksanggupan menahan panas, seperti pada permukaan tubuh yang relatif luaas, kurang lemak. Ketidaksanggupan mengurangi permukaan tubuh yaitu dengan memfleksikan tubuh dan tonus otot yang lemah yang mengakibatkan hilangnya panas yang lebih besar.

TANDA- TANDA HIPOTERMI
Gejala awal hipotermi apabila suhu bayi baru lahir <36ºC atau kedua kaki dan tangan teraba dingin. bila seluru tubuh bayi teraba dingin maka bayi sudah mengalami hipotermi sedang ( suhu 32ºC-36ºC). Disebut hipotermi berat apabila suhu tubuh bayi <32ºC.
 Penilaian tanda-tanda hipotermi pada bayi abru lahir meliputi : bayi tidak mau menetek , tampak lesu atau mengantuk, tubuh bayi teraba dingin, dalam keadaan berat denyut jantung bayi menurun dan kulit tubuh bayi mengeras.
            Pada hipotermi sedang tanda-tandanya meliputi aktivitas bayi berkurang, tangisan bayi lemah, kulit berwarna tidak rata, kemampuan menghisap lemah dan kaki teraba dingin, Padda hipotermi berat : bibir dan kuku kebiruan, pernafasan lambat, tidak teratur dan denyut jantung bayi lambat.
CARA MENCEGAH
            Langkah-langkah pencegahan terjadinya hipotermi adalah jangan memandikan bayi sebelum berumur 12 jam, kemudian rawatlah bayi kecil di ruang yang hangat tidak kurang 25ºC dan bebas dari aliran angin. Jangan meletakkan bayi dekat dengan benda yang dingin misalnya dinding dingin atau jendela walaupun bayi dalam inkubator atau di bawah pemancar panas dan jangan meletakkan bayi langsung dipermukaan yang dingin misalnya alas tempat tidur dengan kain atau selimut hangat sebelum bayi diletakkan.
            Metode mencegah terjadinya hipotermi umumnya dapat dilakukan dengan cara menghangatkan dahulu setiap selimut, topi atau pakaian
sebelum kelahiran kemudian segera keringkan bayi baru lahir. Pada waktu di pindahkan ketempat lain, jaga bayi tetap hangat, bayi harus tetap berpakaian atau diselimuti setiap saat, agar tetap hangat bungkus bayi dengan pakaian yang kering dengan lembut dan selimuti,
            Menghangatkan dan mempertahankan suhu tubuh bayi dapat dilakukakan dengan cara melakukan kontak kulit, cara ini digunakan untuk semua bayi. Tempelkan kulit bayi langsung pada permukaan kulit ibu misalnya dengan merangkul, menempelkan payudara atau meneteki. Cara ini digunakan untuk menghangatkan bayi dalam waktu singkat atau menghangatkan bayi hipotermi (32-36,4ºC) apabila cara lain tidak mungkin dilakukan.
Atau bisa mengunakan cara metode kanguru untuk menghangatkan bayi, Metode ini banyak digunakan untuk bayi premature.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar