HIPERTERMI
Termoregulasi adalah Suatu
pengaturan fisiologis tubuh manusia mengenai keseimbangan produksi panas dan
kehilangan panas sehingga suhu tubuh dapat dipertahankan secara konstan.
Keseimbangan suhu tubuh diregulasi oleh mekanisme fisiologis dan prilaku. Agar
suhu tubuh tetap konstan dan berada dalam batasan normal, hubungan antara
prodksi panas dan pengeluaran panas harus dipertahankan. Batas suhu tubuh
normal manusia adalah 36,5 C - 37,5 C, setiap orang bisa mengalami gangguan
termoregulasi (hiperterrmi maupun hipotermi). Untuk kali ini akan dibahas
tentang hipertermi yakni suhu tubuh diatas normal atau bisa disebut demam.
A. Pengertian
Banyak
definisi yang mengungkapkan tentang hipertermi, yang pada intinya hipertermi
adalah suhu tubuh diatas kisaran normal (>37,5 C).
Hipertermi
adalah peningkatan suhu tubuh inti akibat kehilangan mekanisme termoregulasi
(Ensiklopedia Keperawatan).
B. Penyebab Demam
Demam
terjadi bila pembentukan panas melebihi pengeluaran. Demam dapat berhubungan
dengan infeksi, penyakit kolagen, keganasan, penyakit metabolik maupun penyakit
lain (Julia, 2000). Demam bisa juga terjadi karena akibat reaksi dari
pengobatan, misalnya setelah imunisasi itu merupakan demam yang sifatnya
fisiologis atau merupakan reaksi normal dari tubuh. Maka dari itu beberapa hal
khusus perlu diperhatikan pada demam adalah cara timbul demam, lama demam,
tinggi demam serta keluhan dan gejala yang menyertai demam. Untuk itu para
orang tua haruslah cermat dalam mengetahui jenis demam.
C. Tanda dan
Gejala Demam
1. kalau pada anak
atau bayi kemungkinan yang sering terjadi anak akan rewel.
2. Hangat pada
sentuhan
3. Suhunyasaat diukur
dengan termometer > 37,5
4. Menggigil
5. Frekuensi
pernafasan akan meningkat
6. Nadi juga akan
meningkat
7. Dehidrasi
8. kemungkinan juga
akan kehilangan nafsu makan
D. Bagaimana
proses terjadinya demam?
Demam adalah sebagai mekanisme pertahanan
tubuh (respon imun) anak terhadap infeksi atau zat asing yang masuk ke dalam
tubuhnya. Bila ada infeksi atau zat asing masuk ke tubuh akan merangsang sistem
pertahanan tubuh dengan dilepaskannya pirogen. Pirogen adalah zat penyebab
demam, ada yang berasal dari dalam tubuh (pirogen endogen) dan luar tubuh
(pirogen eksogen) yang bisa berasal dari infeksi oleh mikroorganisme atau
merupakan reaksi imunologik terhadap benda asing (non infeksi). Zat pirogen ini
dapat berupa protein, pecahan protein, dan zat lain, terutama toksin
polisakarida, yang dilepas oleh bakteri toksik yang dihasilkan dari degenerasi
jaringan tubuh menyebabkan demam selama keadaan sakit.
Mekanisme
demam dimulai dengan timbulnya reaksi tubuh terhadap pirogen. Pada mekanisme
ini, bakteri atau pecahan jaringan akan difagositosis ( diamakan) oleh leukosit
( sel darah putih ), makrofag jaringan, dan limfosit pembunuh bergranula besar.
Seluruh sel ini selanjutnya mencerna hasil pemecahan bakteri ke dalam cairan
tubuh, yang disebut juga zat pirogen leukosit.
Pirogen
selanjutnya membawa pesan melalui alat penerima (reseptor) yang terdapat pada
tubuh untuk disampaikan ke pusat pengatur panas di hipotalamus. Dalam
hipotalamus pirogen ini akan dirangsang pelepasan asam arakidonat serta
mengakibatkan peningkatan produksi prostaglandin (PGEZ). Ini akan menimbulkan
reaksi menaikkan suhu tubuh dengan cara menyempitkan pembuluh darah tepi dan
menghambat sekresi kelenjar keringat. Pengeluaran panas menurun, terjadilah
ketidakseimbangan pembentukan dan pengeluaran panas. Inilah yang menimbulkan
demam pada anak. Suhu yang tinggi ini akan merangsang aktivitas “tentara” tubuh (sel
makrofag dan sel limfosit T) untuk memerangi zat asing tersebut dengan
meningkatkan proteolisis yang menghasilkan asam amino yang berperan dalam
pembentukan antibodi atau sistem kekebalan tubuh.
E. Apa yang harusnya dilakukan ?
Untuk para orang tua, setidaknya
memiliki termometer di rumah. Hal itu sangat membantu ketika anak mengalami
demam, sebab kebanyakan ketika anak mengalami demam orang tua akan bingung
terlebih dahulu apa yang harus dilakukan. Dengan termometer orang tua akan
mengetahui seberapa tinggi suhu tubuh yang dialami anaknya sehingga bisa
melakukan tindakan selanjutnya. Sekarang juga sudah tersedia termometer digital
dan sangat mudah digunakan. Ke udian perhatikan apakah anak tidur gelisah,
sering terkejut, atau mengigau. Setelah mengukur suhunya, bisa dilakukan
beerapa hal berikut :
1. Bukalah pakaian
dan selimut yang berlebihan
2. Memperhatikan
aliran udara di dalam ruangan
3. Jalan nafas harus
terbuka untuk mencegah terputusnya suplai oksigen ke otak yang akan berakibat
rusaknya sel – sel otak.
4. Berikan cairan
melalui mulut, minum sebanyak –banyaknya. Minuman yang diberikan dapat berupa air
putih, susu (anak diare menyesuaikan), air buah atau air teh. Tujuannnya adalah
agar cairan tubuh yang menguap akibat naiknya suhu tubuh memperoleh gantinya.
5. Tidur yang cukup
agar metabolisme berkurang
6. Kompres dengan air
biasa pada dahi, ketiak,lipat paha. Tujuannya untuk menurunkan suhu tubuh
dipermukaan tubuh anak. Turunnya suhu tubuh dipermukaan tubuh ini dapat terjadi
karena panas tubuh digunakan untuk menguapkan air pada kain kompres. Jangan
menggunakan air es karena justru akan membuat pembuluh darah menyempit dan
panas tidak dapat keluar. Menggunakan alkohol dapat menyebabkan iritasi dan
intoksikasi (keracunan).
7. Saat ini yang
lazim digunakan adalah dengan kompres hangat suam-suam kuku. Kompres air hangat
atau suam-suam kuku maka suhu di luar terasa hangat dan tubuh akan
menginterpretasikan bahwa suhu diluar cukup panas. Dengan demikian tubuh akan
menurunkan kontrol pengatur suhu di otak supaya tidak meningkatkan pengatur
suhu tubuh lagi. Di samping itu lingkungan luar yang hangat akan membuat
pembuluh darah tepi di kulit melebar atau mengalami vasodilatasi, juga akan
membuat pori-pori kulit terbuka sehingga akan mempermudah pengeluaran panas
dari tubuh.
8. Setelah itu coba berikan obat-obatan
seperti paracetamol. dan perhatikan apakah demamnya menurun atau tidak. Perhatikan pula
apakah mata anak cenderung melirik ke atas atau apakah anak mengalami
kejang-kejang. Demam yang disertai kejang yang terlalu lama akan berbahaya bagi
perkembangan otak, karena oksigen tidak mampu mencapai otak. Terputusnya suplai
oksigen ke otak akan berakibat rusaknya sel-sel otak. Dalam keadaan demikian,
cacat seumur hidup dapat terjadi berupa rusaknya fungsi intelektual tertentu.Bila tidak kunjung turun setelah diberikan
paracetamol segera bawa ke klinik atau dokter.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar