Sabtu, 07 November 2015

Penanganan Hipertermi




HIPERTERMI

   Termoregulasi adalah Suatu pengaturan fisiologis tubuh manusia mengenai keseimbangan produksi panas dan kehilangan panas sehingga suhu tubuh dapat dipertahankan secara konstan. Keseimbangan suhu tubuh diregulasi oleh mekanisme fisiologis dan prilaku. Agar suhu tubuh tetap konstan dan berada dalam batasan normal, hubungan antara prodksi panas dan pengeluaran panas harus dipertahankan. Batas suhu tubuh normal manusia adalah 36,5 C - 37,5 C, setiap orang bisa mengalami gangguan termoregulasi (hiperterrmi maupun hipotermi). Untuk kali ini akan dibahas tentang hipertermi yakni suhu tubuh diatas normal atau bisa disebut demam.
A. Pengertian
            Banyak definisi yang mengungkapkan tentang hipertermi, yang pada intinya hipertermi adalah suhu tubuh diatas kisaran normal (>37,5 C).
            Hipertermi adalah peningkatan suhu tubuh inti akibat kehilangan mekanisme termoregulasi (Ensiklopedia Keperawatan).
B. Penyebab Demam
            Demam terjadi bila pembentukan panas melebihi pengeluaran. Demam dapat berhubungan dengan infeksi, penyakit kolagen, keganasan, penyakit metabolik maupun penyakit lain (Julia, 2000). Demam bisa juga terjadi karena akibat reaksi dari pengobatan, misalnya setelah imunisasi itu merupakan demam yang sifatnya fisiologis atau merupakan reaksi normal dari tubuh. Maka dari itu beberapa hal khusus perlu diperhatikan pada demam adalah cara timbul demam, lama demam, tinggi demam serta keluhan dan gejala yang menyertai demam. Untuk itu para orang tua haruslah cermat dalam mengetahui jenis demam.
C. Tanda dan Gejala Demam
1.    kalau pada anak atau bayi kemungkinan yang sering terjadi anak akan rewel.
2.    Hangat pada sentuhan
3.    Suhunyasaat diukur dengan termometer > 37,5
4.    Menggigil
5.    Frekuensi pernafasan akan meningkat
6.    Nadi juga akan meningkat
7.    Dehidrasi
8.    kemungkinan juga akan kehilangan nafsu makan
D. Bagaimana proses terjadinya demam?
             Demam adalah sebagai mekanisme pertahanan tubuh (respon imun) anak terhadap infeksi atau zat asing yang masuk ke dalam tubuhnya. Bila ada infeksi atau zat asing masuk ke tubuh akan merangsang sistem pertahanan tubuh dengan dilepaskannya pirogen. Pirogen adalah zat penyebab demam, ada yang berasal dari dalam tubuh (pirogen endogen) dan luar tubuh (pirogen eksogen) yang bisa berasal dari infeksi oleh mikroorganisme atau merupakan reaksi imunologik terhadap benda asing (non infeksi). Zat pirogen ini dapat berupa protein, pecahan protein, dan zat lain, terutama toksin polisakarida, yang dilepas oleh bakteri toksik yang dihasilkan dari degenerasi jaringan tubuh menyebabkan demam selama keadaan sakit.
            Mekanisme demam dimulai dengan timbulnya reaksi tubuh terhadap pirogen. Pada mekanisme ini, bakteri atau pecahan jaringan akan difagositosis ( diamakan) oleh leukosit ( sel darah putih ), makrofag jaringan, dan limfosit pembunuh bergranula besar. Seluruh sel ini selanjutnya mencerna hasil pemecahan bakteri ke dalam cairan tubuh, yang disebut juga zat pirogen leukosit.
            Pirogen selanjutnya membawa pesan melalui alat penerima (reseptor) yang terdapat pada tubuh untuk disampaikan ke pusat pengatur panas di hipotalamus. Dalam hipotalamus pirogen ini akan dirangsang pelepasan asam arakidonat serta mengakibatkan peningkatan produksi prostaglandin (PGEZ). Ini akan menimbulkan reaksi menaikkan suhu tubuh dengan cara menyempitkan pembuluh darah tepi dan menghambat sekresi kelenjar keringat. Pengeluaran panas menurun, terjadilah ketidakseimbangan pembentukan dan pengeluaran panas. Inilah yang menimbulkan demam pada anak. Suhu yang tinggi ini akan merangsang aktivitas tentara tubuh (sel makrofag dan sel limfosit T) untuk memerangi zat asing tersebut dengan meningkatkan proteolisis yang menghasilkan asam amino yang berperan dalam pembentukan antibodi atau sistem kekebalan tubuh.
E. Apa yang harusnya dilakukan ?
            Untuk para orang tua, setidaknya memiliki termometer di rumah. Hal itu sangat membantu ketika anak mengalami demam, sebab kebanyakan ketika anak mengalami demam orang tua akan bingung terlebih dahulu apa yang harus dilakukan. Dengan termometer orang tua akan mengetahui seberapa tinggi suhu tubuh yang dialami anaknya sehingga bisa melakukan tindakan selanjutnya. Sekarang juga sudah tersedia termometer digital dan sangat mudah digunakan. Ke udian perhatikan apakah anak tidur gelisah, sering terkejut, atau mengigau. Setelah mengukur suhunya, bisa dilakukan beerapa hal berikut :
1.    Bukalah pakaian dan selimut yang berlebihan
2.    Memperhatikan aliran udara di dalam ruangan
3.    Jalan nafas harus terbuka untuk mencegah terputusnya suplai oksigen ke otak yang akan berakibat rusaknya sel sel otak.
4.    Berikan cairan melalui mulut, minum sebanyak banyaknya. Minuman yang diberikan dapat berupa air putih, susu (anak diare menyesuaikan), air buah atau air teh. Tujuannnya adalah agar cairan tubuh yang menguap akibat naiknya suhu tubuh memperoleh gantinya.
5.    Tidur yang cukup agar metabolisme berkurang
6.    Kompres dengan air biasa pada dahi, ketiak,lipat paha. Tujuannya untuk menurunkan suhu tubuh dipermukaan tubuh anak. Turunnya suhu tubuh dipermukaan tubuh ini dapat terjadi karena panas tubuh digunakan untuk menguapkan air pada kain kompres. Jangan menggunakan air es karena justru akan membuat pembuluh darah menyempit dan panas tidak dapat keluar. Menggunakan alkohol dapat menyebabkan iritasi dan intoksikasi (keracunan).
7.    Saat ini yang lazim digunakan adalah dengan kompres hangat suam-suam kuku. Kompres air hangat atau suam-suam kuku maka suhu di luar terasa hangat dan tubuh akan menginterpretasikan bahwa suhu diluar cukup panas. Dengan demikian tubuh akan menurunkan kontrol pengatur suhu di otak supaya tidak meningkatkan pengatur suhu tubuh lagi. Di samping itu lingkungan luar yang hangat akan membuat pembuluh darah tepi di kulit melebar atau mengalami vasodilatasi, juga akan membuat pori-pori kulit terbuka sehingga akan mempermudah pengeluaran panas dari tubuh.
8.    Setelah itu coba berikan obat-obatan seperti paracetamol. dan perhatikan apakah demamnya menurun atau tidak. Perhatikan pula apakah mata anak cenderung melirik ke atas atau apakah anak mengalami kejang-kejang. Demam yang disertai kejang yang terlalu lama akan berbahaya bagi perkembangan otak, karena oksigen tidak mampu mencapai otak. Terputusnya suplai oksigen ke otak akan berakibat rusaknya sel-sel otak. Dalam keadaan demikian, cacat seumur hidup dapat terjadi berupa rusaknya fungsi intelektual tertentu.Bila tidak kunjung turun setelah diberikan paracetamol segera bawa ke klinik atau dokter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar